Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menambah kepemilikan saham perseroan melalui Program Long Term Incentive (LTI) pada Selasa, 14 Juli 2026. Total saham yang didapat menyentuh 1,426 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp727,51 juta.
Ringkasnya, berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Juli 2026, seluruh transaksi dilakukan pada harga Rp510 per saham dan bertujuan untuk Program LTI.
Direktur Bank Jatim, R Arief Wicaksono, membeli 318.700 saham bernilai sekitar Rp162,54 juta. Kepemilikannya meningkat dari 3,718 juta saham menjadi 4,037 juta saham atau setara 0,0269% hak suara setelah transaksi.
Direktur Bank Jatim, Arif Suhirman, menambah kepemilikan sebanyak 320.700 saham dengan nilai sekitar Rp163,56 juta. Kepemilikan sahamnya mengalami kenaikan dari 5,335 juta saham berubah menjadi 5,655 juta saham.
Direktur lainnya, Umi Rodiyah, memperoleh 296.600 saham bernilai sekitar Rp151,27 juta. Dengan transaksi tersebut, kepemilikannya meningkat dari 2,170 juta saham menjadi 2,466 juta saham.
Sementara itu, Direktur Wiweko Probojakti membeli 152.400 saham dengan nilai sekitar Rp77,72 juta. Kepemilikannya meningkat dari 110.000 saham menjadi 262.400 saham.
Direktur Raden Mas Wahyukusumo Wisnubroto juga mulai memiliki saham BJTM setelah memperoleh 149.000 saham bernilai sekitar Rp75,99 juta. Sebelum transaksi, yang bersangkutan belum memiliki saham perseroan.
Dari jajaran komisaris, Komisaris Bank Jatim Adhy Karyono membeli 189.100 saham dengan nilai sekitar Rp96,44 juta. Kepemilikan sahamnya meningkat dari 249.200 saham berubah menjadi 438.300 saham.
Ringkasnya, dalam laporan kepada OJK, seluruh pihak menyatakan transaksi tersebut tidak mengubah status pengendalian atas perseroan. โKeterangan Pengendali: Tidak,โ demikian tertulis dalam laporan kepemilikan saham masing-masing pejabat perseroan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

