Aditya Sasmito, salah seorang Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), menjalankan penambahan investasi dengan mengakumulasi sebanyak 850.000 lembar saham perusahaan tambang mineral emas tersebut pada tanggal 6 Juli 2026.
Ringkasnya, seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen ke BEI, Senin 6 Juli 2026, Aditya Sasmito mengakumulasi saham AMMN untuk tujuan investasi pribadi atas saham emiten tambang tembaga dan emas tersebut.
Setelah pembelian tersebut, Aditya Sasminto menguasai sebesar 73.736.700 unit atau 0,102% saham AMMN dari sebelum itu sebesar 72.886.700 unit atau 0,101%.
Ringkasnya, โDengan ini, saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut. Pelaporan ini sesuai dengan ketentuan Pasal Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK POJK 4/2024,โ tulis Aditya dalam keterangan tertulisnya.
AMMN memiliki kinerja keuangan solid setidaknya pada Januari-Maret 2026. Emiten tambang mineral tembaga dan emas tersebut membukukan laba US$160,16 juta pada kuartal I 2026. Di peropde yang sama tahun 2025, AMMN menderita rugi bersih US$138,76 juta. Pendapatan bersih Perseroan meroket 37.937% jadi US$807,91 juta pada kuartal I 2026, dari US$2,124 juta pada periode sama tahun 2025.
Pada perdagangan sesi II di BEI, Senin 6 Juli 2026, saham AMMN tercatat turun 2% menjadi Rp3.430 per unit dibading sehari sebelum itu di lRp3.500 per unit. Selama sepekan, saham AMMN naik 6,06%. Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 sebesar Rp3.150 terhadap penutupan Jumat, saham emiten tambang mineral emas ini meningkat 11,11%.
Sekedar informasi, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) adalah perusahaan tambang tembaga dan emas yang telah beroperasi sejak pada tahun 2000. Lokasi konsesi Perseroan berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bernama Batu Hijau Mine.
Ringkasnya, perusahaan ini memiliki empat unit bisnis, yaitu Amman Mineral Nusa Tenggara, Amman Mineral Integrasi, Amman Mineral Industri, dan Amman Nusa Propertindo.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

