Ringkasnya, direktur Bisnis PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) telah mengajukan surat pengunduran diri dari emiten perbankan swasta tersebut.
Ringkasnya, direktur Utama AGRO Ida Bagus Ketut Subagia dalam pengumuman ke BEI, Selasa 14 Juli 2026 mengemukakan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Kicky Andrie Devetra dari jabatan Direktur Bisnis Perseroan pada tanggal 13 Juli 2026.
Ringkasnya, โPengunduran diri ini sehubungan dengan penugasan baru yang bersangkutan di Perusaahan BRI Group,โ tulis Ida Bagus Ketut Subagia dalam pengumumannya.
Berikutnya, jelas Ida Bagus Ketut Subagia, Perseroan akan mengikuti dan menjalankan ketentuan yang diatur dalam POJK No.33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 dan Anggaran Dasar Perseroan. Adapun POJK No. 33/POJK.04/2014 mengatur tentang tata kelola Emiten/Perusahaan Publik, mencakup syarat pengangkatan (uji kemampuan dan kepatutan), komposisi, tugas, wewenang, dan pemberhentian Direksi serta Dewan Komisaris.
Ida Bagus Ketut Subagia menekankan, pengunduran diri Kicky Andrie Devetra tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.
Hingga kuartal I 2026, AGRO membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Bank Raya berhasil menyalurkan kredit digital sebesar Rp8,14 triliun di kuartal I 2026, atau meningkat 29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi outstanding, kredit digital bank meningkat 33,1% yoy menjadi Rp3,14 triliun, atau sekitar 45,6% dari total kredit Perseroan.
Sekedar informasi, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) adalah anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia yang fokus pada gig economy (juga dikenal sebagai pekerja melepas atau pekerjaan kontrak jangka pendek). Bank ini didirikan oleh Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) pada tanggal 27 September 1989 dengan nama PT Bank Agro.
Ringkasnya, pada tahun 2006, bank tersebut diakuisisi oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Perseroan menawarkan berbagai layanan perbankan, mulai dari tabungan, giro, deposito, dan pinjaman. Bank juga mengembangkan aplikasi bernama Pinang untuk memudahkan proses pengajuan pinjaman bagi nasabah.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

