Ringkasnya, direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), Saleh, melaporkan bahwa dirinya telah mengurangi porsi kepemilikan saham di Perusahan tersebut. Hal tersebut dilakukan saleh melalui transaksi penjualan saham Perseroan pada tanggal 14 Juli 2026.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada, Kamis 16 Juli 2026 terungkap, Saleh melepas sebanyak 236.700 saham TOTL dengan harga Rp1.050 per saham bernilai Rp248,53 juta..
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Saleh di TOTL menyusut dari 7,94 juta saham atau setara 0,233% menjadi 7,70 juta saham atau setara 0,226% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Transaksi dilakukan untuk kepentingan pribadi dan bukan adalah transaksi repurchase agreement (repo). Saleh juga tercatat sebagai pemilik tidak langsung atas saham yang dilaporkan. Transaksi tersebut tidak mengubah status pengendalian di perseroan.
Ringkasnya, โSaya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,โ tulis Saleh dalam laporannya.
Dari sisi keuangan, TOTL berhasik membukukan laba bersih sebesar Rp104,1 miliar pada kuartal I 2026, naik 37,33% YoY dari Rp75,78 miliar pada kuartal I 2025. Pendapatan bersih Perseroan menyentuh Rp837,71 miliar pada kuartal I 2026, turun 1,14% dari Rp847,43 miliar pada kuartal I 2025.
Hingga penutupan perdagangan sesi I di BE, saham TOTL tercatat naik 0,48% menjadi Rp1.055 per unit dibanding sehari sebelum itu di Rp1.050 per unit. Selama perdagangan periode sepekan, saham TOTL naik 0,47%. Jika ibandingkan dengan harga 17 Juni 2026 sebesar Rp1.085 per unit terhadap penutupan kemarin, saham emiten jasa konstruksi ini turun sebesar 3,22%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

