PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun pada kuartal I 2026. Perolehan ini meningkat 5% dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp1,29 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional. Total pendapatan operasional bank menyentuh Rp3,43 triliun, meningkat 6% dari Rp3,22 triliun pada tahun sebelum itu.
Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) menjadi kontributor utama pendapatan. Nilainya menyentuh Rp2,92 triliun atau naik 7% secara tahunan (YoY). Selain itu, pendapatan operasional lainnya menyumbang sebesar Rp510 miliar.
Kenaikan laba juga didukung oleh efisiensi biaya. Beban operasional lainnya tercatat turun 2% menjadi Rp1,54 triliun dari sebelum itu Rp1,58 triliun. Hal ini mendorong laba operasional sebelum beban cadangan kerugian naik 15% menjadi Rp1,88 triliun.
Manajemen bank membukukan kenaikan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (impairment losses) menjadi Rp206 miliar. Meski demikian, laba sebelum pajak tetap meningkat 4% menjadi Rp1,70 triliun.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan kinerja ini menunjukkan kekuatan model bisnis bank yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian. โKami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana,โ ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dari sisi neraca, total aset OCBC per Maret 2026 menembus Rp312,87 triliun. Angka ini meningkat 7% dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar Rp293,09 triliun.
Penyaluran kredit bruto (Total Loans Gross) meningkat 1% menjadi Rp171 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat signifikan 12% menjadi Rp44,6 triliun.
Sisi pendanaan juga menunjukkan performa positif. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) menyentuh Rp226,39 triliun atau naik 4% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh dana murah (CASA) yang meroket 29% menjadi Rp140,17 triliun.
Ringkasnya, โPeningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan kami,โ tambah Parwati.
Terkait rasio keuangan, OCBC menjaga kualitas kredit dengan NPL Gross di level 2,1% dan NPL Net 0,8%. Loan at Risk (LaR) juga membaik menjadi 5,3% dari sebelum itu 5,4%.
Tingkat permodalan bank tercatat sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) senilai 25,0%. Rasio profitabilitas lainnya seperti Return on Assets (ROA) berada di level 2,2% dan Return on Equity (ROE) senilai 12,4%. Adapun Margin Bunga Bersih (NIM) tercatat senilai 4,0%.
Likuiditas bank juga masih terjaga dengan baik. Hal ini tecermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) senilai 236,7% dan Loan to Deposits Ratio senilai 74,7%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

