Ringkasnya, pemegang saham pengendali PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) Ludijanto Setijo telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Selasa 5 Mei 2026, Ludijanto melepas sebanyak 180.193.300 unit atau 3% sahamnya di perusahaan agrokimia tersebut.
Divestasi saham SRSN dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di harga Rp70-Rp71 per unit pada 30 April dan 4 Mei 2026. Dengan demikian, Ludijanto mengantongi keuntungan sebesar Rp12,79 miliar.
Corporate Secretary SRSN dalam keterangan, Selasa 5 Mei 2025 menuturkan, transaksi ini bertujuan untuk divestasi dan status kepemilikan saham langsung.
Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan Ludijanto Setijo atas saham SRSN melemah ke 135.634.612 unit atau setara 2,25% dari sebelum itu sebesar 315.827.912 unit atau setara dengan 5,25% saham.
Hingga perdagangan, Selasa 5 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, saham SRSN berada di level Rp69 per unit, atau turun 1,43% dibanding sehari sebelum itu di Rp70 per unit. Jika dibandingkan antara harga 6 April 2026 sebesar Rp67 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham SRSN telah meningkat sebesar 2,98%.
PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) yang bergerak di bidang industri agrokimia, didirikan pada tahun 1983 dengan nama PT Indo Alkohol Utama. Operasi komersialnya dimulai pada tahun 1989, dan menjalankan IPO pada Januari 1993.
Perusahaan menjalankan merger dengan PT Sarasa Nugraha Tbk (terdaftar sebagai SSRN), sebuah industri kimia dasar. Kemudian berubah menjadi namanya kini pada tahun 2006. Produk utama perusahaan adalah etanol, asam asetat, dan etil asetat; yang digunakan di bidang pertanian, pertanian, dan perikanan. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

