PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (BBRI) menjadwalkan pembayaran dividen final tahun buku 2025 pada hari ini, Jumat (8/5/2026). Total nilai dividen yang dibayarkan menyentuh Rp31,47 triliun atau sebesar Rp209 per saham bagi para pemegang saham yang terdaftar hingga 22 April 2026.
Pembagian dividen ini menyalurkan sentimen positif pada pergerakan saham BBRI di lantai bursa dengan penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026), saham BBRI tercatat meroket 4,75 persen ke level Rp3.310. Tren penguatan ini terlihat konsisten sejak awal Mei, di mana investor asing terus membukukan akumulasi bersih (net buy) sejak 5 Mei 2026.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menekankan bahwa pembagian dividen ini adalah cerminan dari fundamental perusahaan yang kokoh, terutama pada segmen UMKM yang menjadi bisnis inti perseroan.
"Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang masih positif, ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional," ujar Hery.
Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dalam RUPST pada 10 April 2026. Hery juga menambahkan bahwa dividen ini adalah bentuk kontribusi nyata BRI kepada pembangunan nasional melalui penyetoran keuntungan kepada negara dan pemegang saham publik.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

