Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bangkit pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026 usai terkoreksi sepanjang tahun berjalan. Rencana pembayaran dividen lebih dari Rp600 miliar dan kinerja bagus kuartal I 2026 menjadi stimulus reli harga harga.
PWON memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp626 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6/2026).
Dari jumlah tersebut, saham PWON kini mengandung dividen Rp13 per saham. Dengan demikian, investor mendapatkan dividen Rp1.300 per lot saham PWON.
Pada perdagangan Kamis (11/6), harga saham PWON Rp256 naik 8 poin atau 3,23% secara harian. Reli harga ini menghentikan tren pelemahan saham PWON pada tahun berjalan 2026 ini.
Dalam 30 hari terakhir, harga saham PWON terakumulasi terkoreksi 60 poin atau 18,99%. Sejak awal tahun 2026 hingga kemarin atau secara year to date, saham PWON merosot 84 poin atau 24,71%.
Ringkasnya, tonton: BEM SI Ultimatum Pemerintah 18 Hari! Jika Gagal, Ancam Segel Kementerian Keuangan
Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menyatakan bahwa nilai dividen tersebut setara dengan 26,7% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,35 triliun.
Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam menyalurkan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja operasional yang tetap solid.
Baca Juga: Investor Kripto Indonesia Meningkat 50%, Industri Fokus Perkuat Literasi Digital
Sepanjang tahun 2025, Pakuwon Jati membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,11 triliun. Laba bruto tercatat Rp3,94 triliun, EBITDA menyentuh Rp3,71 triliun, sementara laba bersih yang disesuaikan menyentuh Rp2,92 triliun.
Pertumbuhan pendapatan perusahaan ditopang oleh segmen pendapatan berulang (recurring income), khususnya dari pusat perbelanjaan ritel. Pendapatan dari segmen ini meningkat 14% menjadi Rp3,93 triliun dibandingkan Rp3,43 triliun pada tahun sebelum itu.
Di sisi lain, pendapatan sewa perkantoran tercatat Rp273 miliar atau turun 26% dibandingkan Rp369 miliar pada tahun sebelum itu. Sementara itu, pendapatan bisnis perhotelan menyentuh Rp1,42 triliun, naik 2% dari Rp1,38 triliun pada tahun 2024.
Adapun pendapatan dari segmen pengembangan properti (development revenue) relatif stabil, yakni Rp1,49 triliun dibandingkan Rp1,48 triliun pada tahun sebelum itu.
Untuk mendukung ekspansi bisnis, PWON merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp1,21 triliun sepanjang 2025. Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3, serta Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Baca Juga: 2 Tahun Absen, Saham Farmasi PEHA Bersiap Salurkan Dividen, Tinjau Detailnya!
Ringkasnya, kinerja Awal 2026 Bagus
Ringkasnya, memasuki tahun 2026, kinerja perusahaan masih menunjukkan tren positif meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global.
Pada kuartal I 2026, PWON membukukan total pendapatan sebesar Rp1,65 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp1,56 triliun.
Laba kotor meningkat 10% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp941 miliar dari sebelum itu Rp857 miliar. EBITDA juga meningkat 10% menjadi Rp916 miliar dibandingkan Rp834 miliar pada kuartal I 2025.
Berdasarkan Minarto, stabilnya kinerja perusahaan pada awal tahun 2026 didukung oleh kekuatan portofolio pendapatan berulang yang masih berubah menjadi penopang utama bisnis Perseroan.
Sementara itu, realisasi belanja modal pada kuartal I 2026 menyentuh Rp164 miliar. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Dengan kontribusi kuat dari segmen recurring income, pertumbuhan pusat perbelanjaan, serta ekspansi proyek strategis, Pakuwon Jati optimistis berpotensi menjaga momentum pertumbuhan bisnis sepanjang 2026.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

