Ringkasnya, pT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk atau MES (EPAC) menyiapkan ekspansi bisnis dengan membuka fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027. Ekspansi tersebut dilakukan melalui anak usahanya, PT Epac Flexibles Indonesia (EFI), yang mengoperasikan bisnis kemasan fleksibel berbasis teknologi digital printing.
Perseroan memproyeksikan ekspansi fasilitas produksi di Surabaya dapat mendukung pertumbuhan penjualan tahunan dua digit hingga tiga tahun mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi EPAC untuk memperkuat bisnis kemasan fleksibel berbasis digital printing secara bersamaan meningkatkan kinerja keuangan perseroan.
Kini, EPAC menjalankan bisnis kemasan fleksibel melalui dua metode produksi. Perseroan memproduksi kemasan fleksibel konvensional dengan teknologi bukukan rotogravure melalui MES, sementara EFI mengoperasikan bisnis kemasan fleksibel dengan teknologi digital printing.
Dengan adanya dua metode produksi tersebut, EPAC dapat menawarkan fleksibilitas kepada pelanggan, baik dari sisi kuantitas pesanan maupun harga. Sementara itu, hingga kuartal II-2026, perseroan masih menghadapi tantangan untuk membukukan keuntungan secara konsolidasi.
EPAC sebelum itu menjelaskan salah satu faktor yang membebani kinerja konsolidasi berasal dari operasional fasilitas produksi MES. Dengan demikian, perseroan berencana menghentikan operasi fasilitas produksi konvensional tersebut per 31 Desember 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

