Ringkasnya, pT Antam Tbk (ANTM) dinilai memiliki target operasional 2026 yang lebih jelas serta agresif. Muncul target harga saham ANTM yang terbilang cukup tinggi.
Antam (ANTM) telah mengamankan sepenuhnya kuota bijih nikel senilai 18,1 juta wmt. ANTM juga berupaya untuk agresif agar volume penjualan emas bisa menyamai rekor tertinggi sepanjang masa, yang pernah tercipta pada 2024 sebanyak 1,4 juta oz.
โItu menyalurkan visibilitas yang kuat terhadap pendapatan ANTM tahun berjalan,โ tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, yang dikutip pada Senin (11/5/2026).
Pada 2025, ANTM mencetak pertumbuhan kinerja yang sangat kuat. ANTM membukukan reli laba bersih sebesar 98% secara tahunan menjadi Rp7,2 triliun. Hal itu didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp84,6 triliun.
Meskipun basis pendapatan pada kuartal IV-2025 lebih rendah, Antam (ANTM) tetap mampu membukukan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) yang sangat baik sebesar 21,38% โ alhasil menghasilkan laba bersih kuartalan yang solid sebesar Rp1,23 triliun.
Karena itu, Kiwoom Sekuritas kembali menekankan rekomendasi akumulasi saham ANTM. Target harga saham ANTM dipatok sebesar Rp4.800. Ini mengindikasikan potensi kenaikan harga saham hingga 32,5%.
Ringkasnya, target harga tersebut dihitung menggunakan pendekatan valuasi gabungan, yaitu 60% DCF (discounted cash flow) dan 40% EV/EBITDA.
Valuasi saham ANTM tergolong masih menarik, dengan proyeksi rasio P/E 2026 sebesar 12,9 kali dan P/BV menyentuh 2,9 kali. Valuasi ini wajar karena didukung oleh estimasi ROE (return on equity) yang kuat sebesar 22,6%.
Ringkasnya, adapun risiko utamanya meliputi gangguan pasokan, kenaikan biaya bahan bakar, serta volatilitas harga emas global yang lebih luas.
Ringkasnya, editor: Jauhari Mahardhika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

