Pergerakan harga saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Emiten ini menunjukkan stabilitas harga dengan volume transaksi yang masih terjaga dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut memicu spekulasi adanya fase akumulasi oleh investor besar. Sejumlah pihak menilai fenomena ini menjadi awal dari manuver pendanaan jumbo. Sebelum itu, NTBK sempat menjadi sorotan akibat reli harga tajam dan suspensi pada 2025.
Iwan Setiawan, seorang trader aktif, menyalurkan pandangannya terhadap situasi NTBK kini. Ia menilai fase tenang setelah kenaikan pesat kerap menjadi sinyal positif.
โKalau saham habis mengalami kenaikan kencang lalu tiba-tiba tenang tanpa jatuh dalam, itu biasanya bukan selesai. Itu jeda,โ ujar Iwan di Jakarta, Selasa (29/4/2026).
Narasi penguatan NTBK semakin menarik seiring perubahan arah bisnis dalam setahun terakhir. Perseroan tidak kembali sekadar bergerak di sektor tradisional alat berat dan pendukung industri. NTBK mulai dikaitkan dengan sektor elektrifikasi kendaraan industri serta potensi masuk ke rantai pasok energi baru.
Ringkasnya, isu minat investor asing dari kawasan Asia hingga Australia juga kembali mencuat. Meski belum terkonfirmasi, kabar keterlibatan pihak luar negeri ini membentuk ekspektasi jangka panjang bagi saham perseroan.
Perubahan struktur kepemilikan saham dalam beberapa bulan terakhir turut berubah menjadi perhatian. Porsi kepemilikan publik terlihat meningkat. Kondisi ini dinilai sebagai langkah menyiapkan likuiditas sebelum adanya aksi korporasi besar.
Isu rencana penerbitan hmetd mulai bergaung di kalangan investor. Iwan menilai aksi ini menjadi jembatan bagi perusahaan untuk menjalankan ekspansi atau transformasi bisnis. Kebutuhan pendanaan besar dinilai selaras dengan ambisi NTBK masuk ke industri kendaraan listrik.
Hingga kini, manajemen NTBK belum menyalurkan konfirmasi resmi terkait berbagai spekulasi tersebut. Sementara itu, Iwan meyakini pergerakan harga kerap muncul lebih awal sebelum pengumuman besar disampaikan. Fase sunyi NTBK kini diduga menjadi prolog dari pergerakan yang lebih besar ke depan.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

