PT Leyand International Tbk (LAPD) memastikan masih melanjutkan rencana divestasi saham pada entitas anak, PT Rusindo Eka Raya (RER), sebagai bagian dari transformasi bisnis perseroan ke sektor jasa penunjang pertambangan dan energi. Perseroan juga tengah menjajaki akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.
Ringkasnya, direktur Utama PT Leyand International Tbk, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, menjelaskan proses divestasi RER masih berada dalam tahap penjajakan dengan calon pembeli.
โPerseroan masih diproyeksikan melanjutkan rencana divestasi saham RER sebagai bagian dari transformasi kegiatan usaha Perseroan menuju sektor jasa penunjang pertambangan dan energi,โ tulis manajemen dalam tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ( 17/07/2026).
LAPD mengakui seluruh pendapatan perseroan per 31 Maret 2026 masih berasal dari segmen distribusi melalui RER. Untuk mengantisipasi potensi kehilangan pendapatan sesudah divestasi, perseroan merancang proses tersebut berjalan paralel dengan rencana masuknya entitas anak baru di bidang jasa penunjang pertambangan dan energi yang telah beroperasi.
Perseroan menargetkan penyelesaian akuisisi entitas baru dilakukan dalam waktu yang berdekatan dengan penyelesaian divestasi RER. Langkah tersebut dilakukan agar sumber pendapatan operasional tetap terjaga dan tidak berlangsung kekosongan pendapatan.
Selain itu, LAPD juga membantah informasi yang mengungkap pemegang saham pengendali, PT JSI Sinergi Mas (JSI), telah berhenti beroperasi. Perseroan menekankan JSI kini telah kembali menjalankan kegiatan usaha secara penuh.
โKini, PT JSI Sinergi Mas telah melanjutkan kegiatan usahanya dan beroperasi penuh, alhasil hal ini tidak mengganggu keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan,โ tulis manajemen.
Berdasarkan perseroan, JSI juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan usaha. Beberapa di antaranya meliputi penambahan kontrak baru, rencana ekspansi ke pertambangan pasir silika, serta penjajakan peluang pada sektor energi terbarukan.
Perseroan juga mengungkap kondisi operasional JSI kini berjalan dengan baik dan tidak terdapat kondisi material yang berdampak negatif terhadap rencana bisnis perseroan.
Terkait rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas, LAPD menyatakan rencana tersebut masih dalam tahap diskusi dan evaluasi internal. Perseroan belum menetapkan estimasi waktu pelaksanaannya.
โRencana PMTHMETD/penempatan terbatas masih dalam tahap diskusi dan pematangan oleh internal Perseroan,โ ungkap manajemen.
Perseroan juga menyatakan hingga tanggal surat diterbitkan, tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun harga efek perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Ringkasnya, surat tanggapan tersebut disampaikan LAPD kepada BEI pada 17 Juli 2026 sebagai respons atas surat permintaan penjelasan Bursa Nomor S-08459/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 15 Juli 2026.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

