PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana menjual kepemilikan saham pada anak usahanya di sektor pertambangan batu bara. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat transformasi bisnis menuju sektor energi ramah lingkungan.
Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman, membenarkan kabar tersebut. Kini, perusahaan tengah menjajaki komunikasi dengan beberapa calon pembeli potensial.
Proses rencana divestasi ini masih berada pada tahap awal. Hingga kini, belum ada kesepakatan awal (Letter of Intent/LoI) maupun perjanjian lepas akumulasi saham bersyarat (CSPA) yang ditandatangani.
BIPI juga belum menerangkan identitas anak usaha yang akan dilepas tersebut. Perusahaan masih menjalankan evaluasi internal dan pendalaman dengan pihak calon pembeli.
Langkah ini adalah bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan struktur dan komposisi portofolio investasi. BIPI ingin memperkuat fokus pada pengembangan infrastruktur energi berbasis energi bersih dan berkelanjutan (ESG).
Transformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kinerja keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Sementara itu, struktur portofolio pasca-divestasi akan sangat bergantung pada realisasi transaksi serta peluang investasi di masa depan.
โPerseroan tengah menjalankan penjajakan dengan beberapa calon pembeli potensial terkait rencana divestasi anak usaha di bidang pertambangan batu bara,โ ujar Kurniawati dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Kamis (24/4/2026).
Manajemen BIPI berkomitmen menyatakan keterbukaan informasi lanjutan secara tepat waktu. Hal tersebut akan dilakukan apabila terdapat perkembangan material, seperti penandatanganan dokumen resmi atau adanya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Hingga kini, manajemen memastikan tidak ada kejadian penting lainnya yang memengaruhi kelangsungan hidup atau harga saham perusahaan. BIPI menekankan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap pengambilan keputusan strategis.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

