PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) membukukan laba bersih senilai Rp14,82 miliar pada kuartal I-2026. Capaian tersebut berubah menjadi kinerja laba pertama perseroan sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, FOLK berhasil berbalik dari rugi bersih Rp2,89 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu. Dengan demikian, perseroan membukukan perbaikan kinerja sebesar Rp17,71 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 93,57 persen menjadi Rp147,50 miliar hingga akhir Maret 2026. Sementara itu, total ekuitas meroket 108,42 persen menjadi Rp137,80 miliar.
Peningkatan ekuitas ditopang oleh keberhasilan pelaksanaan aksi korporasi penempatan terbatas yang menghasilkan tambahan agio saham sebesar Rp53,99 miliar.
Di sisi lain, total liabilitas tercatat sebesar Rp9,71 miliar. Struktur permodalan perseroan juga terbilang konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) sebesar 0,07 kali dan rasio lancar (current ratio) menyentuh 8,65 kali. Perseroan mengungkap tidak memiliki utang bank, dengan seluruh liabilitas yang dimiliki bersifat operasional.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

