PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias penerbitan hmetd berskala jumbo. Dalam aksi korporasi ini, FORU menargetkan dana hingga Rp27,1 triliun.
Ringkasnya, perseroan menerima restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Pernyataan Efektif pada 11 September 2026. Sesuai jadwal, pencatatan HMETD dilakukan pada 25 September 2026.
Ringkasnya, dalam prospektus yang terbit pada Senin (14/9/2026), FORU berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 215 miliar saham atau setara 99,79 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Setiap pemegang 100 saham FORU berhak atas 46.235 rights dengan harga pelaksanaan (exercising rights) senilai Rp125 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi meraup dana senilai Rp2,71 triliun dengan asumsi seluruh pemegang saham melaksanakan haknya.
Pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding yang menguasai 76,81 persen saham FORU akan memperoleh 165,22 miliar rights. Sementara itu, pengendali menyatakan akan menyalurkan setoran modal dalam bentuk selain uang alias inbreng.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

