PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan kenaikan jumlah pemegang saham pada akhir April 2026. Total investor emiten jasa pertambangan terintegrasi ini menyentuh 13.894 pihak, meningkat 317 investor dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang sebanyak 13.577 pihak.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 April 2026, PT Tiara Marga Trakindo masih berubah menjadi pemegang saham pengendali utama dengan kepemilikan sebanyak 1,47 miliar saham atau setara 53,5592%.
Ringkasnya, posisi pemegang saham terbesar kedua ditempati oleh Valle Verde Pte. Ltd. yang menggenggam 702,34 juta saham atau setara 25,5106%.
Ringkasnya, investor kawakan Drs. Lo Kheng Hong juga masih mempertahankan kepemilikannya di ABMM. Investor yang dikenal sebagai “Warren Buffett Indonesia” itu tercatat menguasai 155,38 juta saham atau setara 5,6438%.
Ringkasnya, sementara itu, kepemilikan masyarakat non-warkat (scripless) tercatat sebanyak 413,32 juta saham atau setara 15,0126% dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dengan demikian, jumlah saham free float ABMM menyentuh 413,32 juta saham atau 15,01% dari total 2,75 miliar saham tercatat. Persentase tersebut telah memenuhi ketentuan minimum free float BEI, yang mewajibkan perusahaan tercatat memiliki saham beredar di publik sekurang-kurangnya 15% dari total saham tercatat.
Berdasarkan struktur kepemilikan perseroan, pengendalian ABMM berada di bawah grup PT Tiara Marga Trakindo. Ultimate Beneficial Owner (UBO) perseroan terafiliasi dengan keluarga Hamami, termasuk Rachmat Mulyana Hamami dan Rachmat Sobari Hamami, yang adalah pihak pengendali utama grup tersebut. (abm-investama.com)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

