Jumlah pemegang saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami kenaikan signifikan pada akhir Mei 2026. Investor yang memiliki nomor Single Investor Identification (SID) kini menyentuh 132.358 nasabah.
Data tersebut menunjukkan adanya penambahan sebanyak 19.396 investor baru. Pada bulan sebelum itu, jumlah pemegang saham BNBR tercatat sebanyak 112.962 nasabah.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dikutip Rabu (10/6/2026), emiten yang tercatat di Papan Pengembangan ini mengantongi total saham sebanyak 173.416.832.509 lembar. Dari jumlah tersebut, porsi saham free float atau saham yang dimiliki publik menyentuh 55.747.314.757 lembar.
Persentase free float BNBR kini tercatat sebesar 32,15%. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelum itu sebesar 30,86%.
Ringkasnya, capaian ini memastikan BNBR telah melampaui aturan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sesuai ketentuan, setiap perusahaan tercatat di Papan Pengembangan wajib memiliki saham free float paling sedikit 50.000.000 lembar dan minimal 15% dari jumlah saham tercatat. Selain itu, jumlah pemegang saham juga sudah jauh di atas batas minimal 300 nasabah pemilik SID.
Dalam laporan tersebut, Corporate Secretary BNBR, Christofer A. Uktolseja menjelaskan rincian kepemilikan saham perusahaan. “Perseroan menyatakan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan Mei – 2026,” tulis Christofer dalam keterangannya.
Ringkasnya, ada empat pemegang saham besar dengan kepemilikan di atas 5%. Posisi pertama dipegang oleh Port Fraser International dengan 38.857.777.917 lembar atau 22,41%.
Berikutnya, Fountain City menguasai 38.445.133.000 lembar atau 22,17%. Levoca Enterprise menyusul dengan kepemilikan 23.898.722.798 lembar atau 13,78%. Terakhir, Eurofa Capital menggenggam 11.718.750.000 lembar atau 6,76%.
Sebagai informasi, Levoca Enterprise tampak menambah porsi kepemilikannya secara drastis pada bulan ini. Sebelum itu, perusahaan tersebut hanya mengantongi 9.219.385.798 lembar saham atau 5,32%.
Ringkasnya, laporan ini juga mengungkap sosok pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari BNBR. Nama-nama besar keluarga Bakrie tercatat sebagai pengendali tingkat individu.
Mereka adalah Aburizal Bakrie dan Indra Usmansjah Bakrie yang memiliki status kepemilikan langsung 0%. Selain itu, terdapat Nirwan Dermawan Bakrie yang memiliki porsi kepemilikan tidak langsung senilai 1,28% melalui PT Biofuel Indo Sumatra.
Ringkasnya, di jajaran manajemen, Direktur R.A Sri Dharmayan memiliki 13.223.000 lembar saham atau 0,01%. Sementara itu, Komisaris Armansyah Yamin mengantongi total 4.016.799 lembar saham.
Adapun rincian klasifikasi investor scripless di KSEI menunjukkan bahwa Investment Advisors berubah menjadi kategori terbesar dengan kepemilikan 62.146.786.004 lembar saham. Diikuti oleh Private Equity senilai 24.187.522.436 lembar dan investor individu (ritel) senilai 9.911.722.149 lembar saham.
Ringkasnya, hingga akhir Mei 2026, Bakrie & Brothers tidak memiliki saham treasuri atau nol lembar. Seluruh perhitungan free float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan I-V.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

