Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencuri perhatian pasar di tengah reli harga amonia global yang dipicu ketegangan geopolitik.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), per Senin (27/4/2026) hingga pukul 11.40 WIB, saham operator pabrik kilang LPG dan amonia swasta terbesar di Indonesia tersebut terangkat 1,59 persen ke Rp960 per unit.
Dalam sepekan, saham ESSA melompat 24,68 persen dan dalam sebulan belakangan meroket 27,33 persen.
Sepanjang 2026, saham emiten yang terafiliasi dengan taipan Garibaldi โBoyโ Thohir, Chander Vinod Laroya, hingga TP Rachmat tersebut melonjak 57,85 persen.
Riset Indo Premier Sekuritas yang terbit pada 7 Maret 2026 membukukan kinerja ESSA sepanjang 2025, didorong penguatan harga lepas rata-rata (ASP) dan volume penjualan amonia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

