PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas. Dalam aksi korporasi ini, perseroan mengantongi dana sebesar Rp28,46 miliar.
Seluruh saham baru tersebut diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), yang adalah Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru secara bersamaan bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group. Jumlah saham baru yang diterbitkan dalam PMTHMETD ini sebanyak 66,67 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp427 per saham.
Ringkasnya, aksi korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (22/6/2026). Sesuai jadwal, distribusi saham baru kepada PIMSF dilakukan pada 3 Juli, diikuti dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli.
Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro menuturkan, masuknya PIMSF dan Tjokro Group membawa perubahan arah dan model bisnis yang signifikan bagi GPSO. Guna menyelaraskan langkah dengan ekosistem bisnis pengendali baru, perseroan juga telah mengesahkan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
"Perubahan KBLI dilakukan sejalan dengan perubahan pemegang saham pengendali perseroan, yaitu PT PIMSF Pulogadung yang adalah afiliasi dari Tjokro Group. Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group.
Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis berpotensi memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group," ujar Dionysius, Senin (6/7/2026).
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

