STOCKATCH.ID (JAKARTA)โ PT Global Mediacom Tbk (BMTR) berencana untuk menjalankan pelunasan terhadap pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 seri B dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2026.
Christophorus Taufik Siswandi, Corporate Secretary BMTR dalam pengumuman, Jumat 3 Juli 2026 mengemukakan, Perusahaan telah menyediakan dana senilai Rp672,620 miliar untuk pembayaran pokok obligasi dan sukuk sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan`.
Berdasarkan Christhopher, dana pelunasan surat utang tersebut meliputi senilai Rp230,260 miliar untuk pembayaran pokok oblgasi IV tahap I tahun 2023 seri B dan Rp442,360 miliar untuk pelunasan sukuk ijarah IV tahap I tahun 2023 seri B.
Seperti diketahui, Obligasi IV BMTR Tahap I tahun 2023 sebesar Rp850 miliar diterbitkan pada bulan Juli 2023. Obligasi tersebut terdiri atas 3 seri, masing-masing seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp597,41 miliar berjangka waktu 370 hari dan bunga tetap 9,25% per tahun, berikut seri B bernilai Rp230,260 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 10,25% per tahun, serta seri C Rp22,33 miliar memiliki bunga tetap 11,25% per tahun dan jangka waktu lima tahun.
Pada saat yang sama, BMTR juga meluncurkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV BMTR I Tahun 2023 bernilai Rp850 miliar. Sukuk tersebut terdiri atas seri A dengan jumlah sisa imbalan yang ditawarkan sebesar Rp392,290 miliar dan Cicilan Imbalan Ijarah s Rp36,286 miliar per tahun. Jangka waktu Sukuk Ijarah adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah Seri B senilai Rp442,360 miliar dengan Cicilan Imbalan Ijarah senilai Rp45,341 miliar per tahun dengan jangka waktu Sukuk Ijarah adalah 3 (tiga) tahun. Sementara jumlah sisa Imbalan Ijarah Seri C senilai Rp15,35 miliar. dengan Cicilan Imbalan Ijarah senilai Rp1,726 miliar memiliki jangka waktu Sukuk Ijarah lima tahun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

