PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menetapkan target capaian ambisius pada 2026 sesudah diakuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group. Di tengah proses transformasi, perusahaan tersebut memasang target tinggi tinggi demi keberlanjutan usahanya.
GPSO menargetkan pendapatan senilai Rp92,47 miliar, atau meningkat sekitar 1.584 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 senilai Rp5,49 miliar. Dengan target tersebut, perseroan menargetkan laba tahun berjalan senilai Rp10,36 miliar, berbalik dari posisi rugi senilai Rp3,18 miliar pada tahun 2025.
Ringkasnya, hal ini mencerminkan upaya GPSO dalam memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kontribusi dari lini usaha utama.
Sebagai informasi, pada 16 Oktober 2025, PT PIMSF Pulogadung telah menyelesaikan pengambilalihan atas 303 juta saham atau setara dengan 45,45 persen kepemilikan saham perseroan. GPSO tengah bersiap menjalankan transformasi bisnis besar-besaran di bawah kendali pengendali baru dengan beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.
GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estate, dan perdagangan besar mesin industri. Langkah ini adalah bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Untuk mendukung operasional baru, pada tahap awal, GPSO akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 mยฒ di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang bukukan (ferro casting).
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

