PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada akhir bulan ini. Perseroan menargetkan produksi batu bara senilai 500 ribu ton hingga akhir 2026.
Persetujuan tersebut dituangkan dalam Surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Nomor: T-247.RKAB/MB.05/DJB.B/2026 tertanggal 25 September 2026. Persetujuan yang diberikan oleh pemerintah menyentuh 817.900 ton.
"GTBO diproyeksikan mulai produksi kembali pada minggu ke-1 atau ke-2 bulan Oktober 2026," kata Direktur PT Garda Tujuh Buana Tbk, Octavinus Wenas melalui surat penjelasan kepada BEI, Rabu (30/9/2026).
Sebelum itu, pengajuan RKAB tahun 2026 GTBO melalui proses evaluasi keempat dari ESDM dan ditargetkan terbit akhir September atau awal Oktober 2026. Proses yang berlarut-larut itu karena terkendala kelengkapan dokumen teknis, izin pendukung, dan administratif.
Octavinus menuturkan, meski RKAB yang disetujui menyentuh lebih dari 800 ribu ton, perseroan diprediksi mampu memenuhi produksi antara 400-500 ribu ton hingga Desember 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

