PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20,17 miliar (Rp10,60 per saham) pada kuartal I 2026. Perolehan ini meningkat 12,69% dibandingkan Rp17,90 miliar (Rp9,45 per saham) pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dirilis Kamis (304/2026), total pendapatan konsolidasi GTRA menyentuh Rp198,21 miliar. Nilai tersebut meroket 45,3% dari Rp136,42 miliar pada kuartal I 2025.
Lini jasa pengangkutan darat berubah menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp171,86 miliar. Sementara itu, lini bisnis karoseri atau body builder menyumbang Rp26,35 miliar bagi pendapatan perseroan.
Peningkatan pendapatan ini diiringi kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 52,58% menjadi Rp123,58 miliar dari sebelum itu Rp80,99 miliar. Kendati demikian, laba kotor perseroan tetap meningkat 34,66% menjadi Rp74,63 miliar dibanding Rp55,42 miliar pada tahun sebelum itu.
Manajemen GTRA membukukan adanya kenaikan pada sejumlah pos beban. Beban umum dan administrasi naik ke Rp22,47 miliar dari Rp16,95 miliar. Beban keuangan meningkat ke Rp15,08 miliar, serta beban pembiayaan musyarakah tercatat sebesar Rp5,23 miliar. Akumulasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional mendorong laba sebelum pajak menyentuh Rp30,02 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, kekuatan GTRA tercermin pada total aset yang menyentuh Rp1,41 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat 13,8% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp1,24 triliun. Pertumbuhan aset terutama didorong oleh kenaikan aset tetap neto menjadi Rp1,13 triliun.
Jumlah liabilitas perseroan per Maret 2026 tercatat senilai Rp1 triliun, meningkat dari Rp856,25 miliar pada akhir tahun 2025. Peningkatan ini terutama berasal dari utang pembiayaan konsumen dan pinjaman bank untuk ekspansi armada.
Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp406,73 miliar dari sebelum itu Rp386,55 miliar. Rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) perseroan berada pada level 2,20 kali per Maret 2026, dibandingkan 1,84 kali pada Desember 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

