Ringkasnya, sumber: Logam Mulia Antam | Editor: Hasbi Maulana
Ringkasnya, kONTAN.CO.ID - Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Antam Tbk (ANTM) terpantau mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (26/5).
Harga emas batangan turun Rp5.000 per gram, dari perdagangan sebelum itu yang berada di angka Rp2.803.000 per gram menjadi Rp2.798.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua macam nilai untuk produksi emas batangannya, yaitu harga emas (harga akumulasi gerai) dan harga akumulasi kembali (pembelian kembali saham).
Harga emas adalah nominal yang berlaku ketika konsumen membeli emas dari gerai Logam Mulia, sementara harga pembelian kembali saham adalah nilai yang berlaku saat konsumen melepas kembali emas tersebut kepada gerai resmi.
Baca Juga: Kuota ST016 Menipis, Waktu Penawaran Tinggal Seminggu Kembali
Berapa rincian harga emas Antam, harga lepas kembali, dan estimasi potensi untung rugi investasi berdasarkan waktu pembelian?
Ringkasnya, sumber: Logam Mulia, diolah
Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) Berencana Bagikan Dividen Tunai Rp3,04 Triliun
Di lain sisi, harga pembelian kembali saham oleh Logam Mulia pada Selasa (26/5) ikut merosot Rp5.000 per gram, dari sebelum itu Rp2.612.000 per gram menjadi Rp2.607.000 per gram. Berdasarkan data resmi perusahaan, selisih antara harga emas dan harga pembelian kembali saham hari ini menyentuh Rp191.000 per gram.
Melalui visualisasi data yang dihimpun Kontan.co.id, gap yang melebar ini menyalurkan gambaran nyata bagi investor. Jadi, jika pagi ini Anda membeli emas dari Antam, maka Anda harus membayar Rp2.798.000 per gram. Sementara itu, kalau karena suatu sebab mendesak terpaksa melepas kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, emas Anda cuma dihargai Rp2.607.000 per gram oleh Logam Mulia.
Baca Juga: Rupiah di Pasar Spot Dibuka Terkoreksi ke Level 17.767 per Dolar AS, Selasa (26/5)
Dengan demikian, siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut jika benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, investor berisiko salah menghitung potensi untung dan rugi.
Dengan selisih harga lepas dan harga akumulasi (spread) setebal itu, komoditas emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang dengan harapan harga naik jauh lebih tinggi guna menutup spread secara bersamaan menyalurkan laba bersih.
Baca Juga: IHSG Dibuka Terangkat ke 6.214, Top Gainers LQ45: KEUNTUNGAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5)
Ringkasnya, sebagai ilustrasi tambahan, berikut adalah kalkulasi potensi untung atau rugi andaikata para investor mengeksekusi penjualan emas lantakan mereka pada beberapa kurun waktu:
Ringkasnya, membeli emas pada 19 Mei 2026 (Rp2.789.000 per gram): Potensi -6,53% (Rugi)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 April 2026 (Rp2.825.000 per gram): Potensi -7,72% (Rugi)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 Februari 2026 (Rp3.039.000 per gram): Potensi -14,22% (Rugi)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 November 2025 (Rp2.378.000 per gram): Potensi 9,63% (Untung)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 Agustus 2025 (Rp1.932.000 per gram): Potensi 34,94% (Untung)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 Mei 2025 (Rp1.919.000 per gram): Potensi 35,85% (Untung)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 Februari 2025 (Rp1.694.000 per gram): Potensi 53,90% (Untung)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 November 2024 (Rp1.499.000 per gram): Potensi 73,92% (Untung)
Ringkasnya, membeli emas pada 26 Agustus 2024 (Rp1.420.000 per gram): Potensi 83,59% (Untung)
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

