Ringkasnya, sTOCKWACH.ID (JAKARTA) โ Manajemen PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) menggelar Paparan Publik Insidentil pada Senin (29/6/2026) sebagai syarat pembukaan kembali (unsuspend) perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
โPaparan publik ini digelar sesudah BEI menghentikan sementara perdagangan saham FLMC di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak 24 Juni 2026. Langkah itu diambil menyusul penurunan harga saham Perseroan secara kumulatif yang dinilai signifikan,โ tulis manajemen FLMC.
Dalam paparannya, manajemen menjelaskan penghentian sementara perdagangan saham dilakukan BEI sebagai bagian dari upaya perlindungan investor. Bursa juga menyalurkan waktu kepada pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya berdasarkan informasi yang tersedia.
Ringkasnya, โMelalui surat elektronik tertanggal 25 Juni 2026, BEI meminta Perseroan menyelenggarakan Paparan Publik Insidentil sebagai salah satu syarat pembukaan kembali perdagangan saham FLMC,โ tulis manajemen FLMC.
Sebagai catatan, FLMC adalah produsen kain spunlace nonwoven yang berdiri sejak 1996. Produk Perseroan digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti personal care, healthcare, household, otomotif, dan pertanian. Kini perusahaan lebih fokus pada segmen personal care dan healthcare, terutama produk medical disposable dan tisu basah.
Ringkasnya, perseroan juga telah berinvestasi pada mesin produksi tisu basah dan melayani pesanan private label dari sejumlah merek, antara lain Watson, Indomaret, Cussons, Tollyjoy, dan Anakku.
Ringkasnya, dari sisi operasional, Falmaco melayani pelanggan di sektor HORECA, FMCG, dan medical. Perseroan juga didukung fasilitas produksi berupa lini spunlace, lini produk akhir, laboratorium, gudang barang jadi, dan fasilitas logistik.
Sementara itu, kinerja keuangan Perseroan sepanjang 2025 masih mengalami tekanan. Pendapatan bersih mengalami pelemahan 59% berubah menjadi Rp14,38 miliar dari Rp35,47 miliar pada 2024.
Total aset juga menyusut 27% menjadi Rp55,13 miliar dari Rp75,59 miliar. Di sisi lain, total liabilitas meningkat 8% menjadi Rp34,47 miliar, sementara ekuitas turun 52% menjadi Rp20,66 miliar.
Perseroan masih membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp22,96 miliar. Meski demikian, rugi tersebut membaik dibandingkan tahun sebelum itu yang menyentuh Rp42,44 miliar.
Penerimaan kas dari pelanggan juga mengalami penurunan tajam. Sepanjang 2025, penerimaan kas tercatat senilai Rp9,86 miliar, mengalami pelemahan dari Rp42,02 miliar pada 2024 atau merosot 76%.
Dalam materi paparan publik, Manajemen FLMC menyatakan, penerimaan Kas dari pelanggan tahun 2025 dicatat bernilai Rp9,86 miliar turun dibandingkan periode tahun 2024 yaitu bernilai Rp42,02 miliar atau menurun sebesar 76%.
Melalui paparan publik insidentil tersebut, Perseroan menyalurkan penjelasan kepada investor terkait kondisi operasional dan kinerja keuangan sebagai bagian dari proses pembukaan kembali perdagangan saham FLMC di BEI.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

