Ringkasnya, hartarto Ciputra, salah seorang pemegang saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menambah kepemilikan 216.337.600 lembar saham dalam Perusahaan tersebut melalui serangkaian transaksi pembelian saham yang dilakukan pada tanggal 14-16 Juli 2026.
Ringkasnya, berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Sabti, 18 Juli 2026, Hartarto Ciputra membeli saham NASI untuk tujuan investasi.
Sebelum transaksi, Hartarto Ciputra menguasai sebanyak 7,155 miliar saham atau setara 5,58% dari total saham yang diterbitkan perseroan. Adapun setelah menjalankan pembelian, kepemilikan Hartarto Ciputra naik ke 7,371 miliar saham atau 5,81%.
Rincian transaksi menunjukkan Hartarto Ciputra membeli 405.300 saham pada 14 Juli 2026 dengan harga Rp117 per saham. Berikutnya, dia membeli sebanyak 1 juta saham pada 15 Juli 2026 pada harga Rp120 per saham. Pada 16 Juli 2026, Hartarto Ciputra kembali menambah kepemilikan dengan membeli 406.800 saham pada harga Rp121 per saham.
Ringkasnya, seluruh transaksi dilakukan melalui kepemilikan langsung dan tidak mengubah status pengendalian. Dalam laporan tersebut juga disebutkan tujuan transaksi adalah nvestasi.
Hartarto Ciputra menekankan keakuratan data yang disampaikan dalam laporan tersebut. โSaya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,โ ujarnya.
Dengan tambahan pembelian tersebut, posisi kepemilikan Hartarto Ciputra di NASI meningkat sekitar 216,34 juta saham dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham utama Perseroan.
Sekedar catatan, Manajemen NASI menargetkan penjualan sebesar Rp66 miliar pada tahun 2026, naik sekitar 10,7% dibandingkan realisasi penjualan Rp59,63 miliar pada tahun 2025. Dalam menyentuh tersebut penjualan tersebut, Perseroan akan berencana memperkuat kemitraan dengan para pemasok dan inovasi produk guna menyentuh target tersebut tahun berjalan.
Hingga kuartal I 2026, NASI membukukan penjualan bersih sebesar Rp8,65 miliar, turun 57,54% dibanding Rp20,37 miliar pada periode sama 2025. Seiring penjualan, Manajemen berhasil menekan turun beban pokok penjualan sebesar 62,20% jadi Rp6,48 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp17,16 miliar kuartal I 2025.
Sementara itu, laba kotor Perseroan turun 32,57% jadi Rp2,16 miliar pada kuartal I 2026 dibanding Rp3,21 miliar pada kuartal I 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

