PT Harum Energy Tbk (HRUM) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure/capex) senilai US$ 310 juta untuk tahun 2026. Mayoritas dana tersebut diproyeksikan diarahkan untuk memperkuat bisnis nikel.
Head of Investor Relations Harum Energy, Regina Korompis, menerangkan sekitar US$302 juta dari total capex akan difokuskan pada pengembangan proyek-proyek nikel yang telah berjalan.
โRencana belanja modal untuk tahun 2026 senilai US$310 juta, sekitar US$302 juta diproyeksikan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel yang sudah ada,โ ujar Regina dalam paparan publik secara daring, Rabu (3/6/2026).
Ringkasnya, baca Juga: IHSG Ambruk 4,11% ke 5.941, Top Losers LQ45: AMMN, MDKA, DEWA, Rabu (3/6)
Sementara itu, hingga akhir Maret 2026, realisasi capex perseroan telah menyentuh sekitar US$139 juta. Dari angka tersebut, sekitar US$137 juta digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis nikel, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional seperti pertambangan dan logistik.
Perseroan mengungkap realisasi investasi tersebut adalah bagian dari kelanjutan rencana capex sebelum itu. Berdasarkan komposisinya, alokasi terbesar ditempatkan pada aset dalam penyelesaian, disusul pengadaan alat berat, pembangunan fasilitas, serta properti tambang.
Manajemen juga menekankan bahwa realisasi capex masih berpotensi berubah, tergantung kondisi pasar, ketersediaan pendanaan, serta perkembangan proyek. Selain itu, angka tersebut juga belum memasukkan peluang investasi baru.
Dari sisi produksi, HRUM menargetkan output batu bara di kisaran 2 juta hingga 3 juta ton sepanjang 2026, lebih rendah dibandingkan tahun sebelum itu seiring penyesuaian RKAB.
Sebaliknya, produksi bijih nikel ditargetkan meningkat ke kisaran 8 juta hingga 10 juta wet metric ton tahun berjalan.
Langkah ini menekankan arah strategi Harum Energy yang semakin agresif mengembangkan bisnis nikel sebagai pendorong pertumbuhan ke depan.
Baca Juga: Setelah Turun Kelas Papan Pencatatan Oleh BEI, GOTO Memberi tanggapan soal FTSE dan MSCI
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

