Ringkasnya, direksi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan Direksi PT Philip Morris Indonesia (PMID) telah menandatangani perjanjian sewa tanah dan bangunan pabrik milik Perseroan di Karawang dan Sukorejo pada 1 Mei 2026. PMID adalah pengendali Perseroan dengan kepemilikan 92,44% saham.
Sekretaris Perusahaan HMSP Maharani Djodi dalam keterbukaan informasi, Rabu 6 Mei 2026 menuturkan, berdasarkan perjanjian, Perseroan berencana menyewakan sebagian tanah dan bangunan gudang seluas total 63.698 meter persegi kepada PMID. Adapun tanah dan bangunan ini berlokasi di Karawang International Industrial City (KIIC), Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, Perseroan juga diproyeksikan menyewakan tanah dan bangunan seluas 2.268 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Surabaya-Malang KM 51,4, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
“Harga sewa aset properti berupa tanah dan bangunan gudang di Karawang dan Sukorejo bernilai total Rp347,554 miliar dan belum termasuk PPN. Adapun jangka waktu sewa selama lima tahun,” tulis Maharani dalam keterangannya.
Menurut Maharani, tujuan transaksi adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset tidak terpakai alhasil dapat menghasilkan pendapatan bagi Perseroan.
Adapun rencana Transaksi ini adalah transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020. Pasalnya, transaksi tersebut dilakukan antara Perseroan dan PMID selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan. Rencana Transaksi bukan adalah transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42/2020.
Maharani menekankan bahwa tidak ada potensi risiko yang berdampak merugikan atas transaksi tersebut terhadap keberlanjutan usaha Perseroan. Bahkan transaksi tersebut juga tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.
Hingga kuartal I 2026, HMSP membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,05 triliun (Rp18 per saham) I 2026, naik 7,18% dibandingkan Rp1,92 triliun ( Rp16 per saham) pada periode sama 2025. Meski laba meningkat, penjualan bersih HMSP turun 5,5% menjadi Rp27,20 triliun pada Januari-Maret 2026, dari Rp28,78 triliun pada Januari-Maret 2025.
Total aset HMSP per Maret 2026 sebesar Rp51,90 triliun, naik 0,66% dari Rp51,56 triliun per Desember 2025.Sementara jumlah liabilitas Perseroan menyentuh Rp21,47 triliun per Maret 2026, turun dari Rp23,21 triliun per Desember 2025.
Liabilitas tersebut meliputi liabilitas jangka pendek sebesar Rp18,85 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,62 triliun. Sementara jumlah ekuitas emiten produsen rokok tersebut per Maret 2026 adalah sebesar Rp39,42 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

