Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diestimasi masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang tersebut terbuka selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.735, dengan target menguji level resistance psikologis 6.000.
Pada perdagangan Senin (6/7/2026), IHSG ditutup terangkat 40,289 poin atau 0,69% ke level 5.916,070. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.857,350 hingga 5.935,683, setelah dibuka pada level 5.893,281.
Sebanyak 386 saham terangkat, 242 saham terkoreksi, dan 155 saham ditutup tidak berubah. Nilai transaksi menyentuh sekitar Rp9,5 triliun, dengan investor asing membukukan aksi lepas bersih (net foreign sell) sebesar Rp163 miliar di pasar reguler.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menuturkan penguatan IHSG didorong aksi technical rebound, meski nilai transaksi masih relatif rendah. Investor juga masih cenderung menunggu sejumlah data ekonomi penting.
“IHSG ditutup terangkat 0,69% ke level 5.916,07 dengan net foreign sell sebesar Rp163 miliar di pasar reguler, penguatan ini didorong aksi technical rebound meski nilai transaksi masih relatif rendah di kisaran Rp9,5 triliun, mengindikasikan investor masih cenderung wait and see menjelang meluncurkan sejumlah data ekonomi penting.”
Menurut Reza, pelaku pasar pada perdagangan hari ini akan mencermati meluncurkan cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik ke sekitar USD145 miliar. Selain itu, pasar juga menunggu risalah rapat FOMC sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Pasar hari ini akan mencermati meluncurkan cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik ke sekitar USD145 miliar, serta risalah rapat FOMC untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan Rupiah dan arus dana asing.”
Ringkasnya, ia menambahkan, secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.
Ringkasnya, “Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound selama bertahan di atas support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis 6.000.”
Berdasarkan analisis tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham layak akumulasi (buy) dan satu saham layak lepas (sell) untuk perdagangan hari ini.
Ringkasnya, secara teknikal, saham BUVA berhasil menembus level resistance minor di 820 disertai peningkatan volume transaksi. Potensi penguatan berikutnya mengarah ke area resistance 910–965.
Dari sisi fundamental, BUVA membukukan rugi bersih Rp8,3 miliar pada kuartal I 2026. Angka tersebut turun dibanding periode serupa tahun 2025 yang masih membukukan laba bersih Rp71,1 miliar.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Ringkasnya, stop Loss: di bawah Rp800.
Reza menilai saham INDY berhasil memantul dari area support 1.800–1.900 alhasil masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 2.070–2.120.
Secara fundamental, INDY membukukan laba bersih Rp118,3 miliar pada kuartal I 2026, meningkat dibanding laba Rp48,1 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Ringkasnya, buy: Rp2.000–Rp2.020
Ringkasnya, stop Loss: di bawah Rp1.950.
Saham AKRA terangkat 3,59% pada perdagangan sebelum itu dan menguji level psikologis 1.300. Jika mampu menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area 1.330–1.370.
Pada kuartal I 2026, AKRA membukukan laba bersih Rp656,5 miliar, meningkat dibanding periode serupa tahun 2025 sebesar Rp565,2 miliar.
Ringkasnya, trading Plan (Day Trade):
Ringkasnya, buy on Break: di atas Rp1.300
Ringkasnya, stop Loss: di bawah Rp1.250.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan lepas pada saham ADHI. Secara teknikal, saham ini masih berada dalam tren bearish dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Area support berikutnya berada pada kisaran 135–140.
Dari sisi fundamental, ADHI membukukan laba bersih Rp154,1 miliar pada kuartal I 2026, meningkat dibanding periode serupa tahun sebelum itu.
Ringkasnya, trading Plan (Sell):
Ringkasnya, last Price: Rp146 Next Support: Rp135.
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

