Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak hati-hati pada pekan ini.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menuturkan, pelemahan mingguan yang berlangsung sebelum itu relatif tipis, menandakan tekanan lepas mulai mereda. Kendati demikian, penurunan nilai transaksi harian serta masih tingginya aksi lepas bersih (net sell) investor asing membuat kualitas kenaikan kembali (rebound) belum sepenuhnya kokoh.
"Untuk pekan 6-10 Juli, area support terdekat IHSG berada di 5.800-5.760, dengan support lanjutan di 5.650 apabila tekanan rupiah atau sentimen global kembali memburuk. Sementara itu, resistance terdekat berada di 5.950, lalu area psikologis 6.000-6.050 yang perlu ditembus dengan volume lebih solid dan konfirmasi foreign inflow agar tren pemulihan berubah menjadi lebih valid," kata Hari dalam analisisnya, Senin (6/7/2026).
Melihat situasi pasar yang cenderung tertahan, Hari menyarankan para pelaku pasar untuk menerapkan strategi investasi yang penuh kehati-hatian (prudent). Strategi terbaik kini adalah mengutamakan pertahanan (defense first), menghindari pembelian rata bawah (averaging down) secara agresif pada saham-saham dengan likuiditas rendah, menjalankan pembelian secara bertahap, serta memprioritaskan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang likuid.
"Jika rupiah mampu stabil di bawah Rp17.900 dan asing mulai kembali net buy secara konsisten, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound ke 6.000-6.050. Sementara itu jika rupiah kembali menembus Rp18.000 dan FOMC minutes bernada hawkish, risiko retest area 5.800-5.650 masih terbuka," kata Hari.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

