Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang bangkit pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks diprediksi akan menjalankan pembalikan arah dalam jangka pendek.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyatakan pandangannya terkait arah pasar. Menurutnya, indeks memiliki tenaga untuk kembali terangkat.
Ringkasnya, “IHSG hari ini berpotensi short term teknikal rebound ke 5900-5950,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026), IHSG berakhir di zona merah. Indeks ditutup terkoreksi 16,344 poin atau turun 0,28% ke level 5.886,032. Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan Rabu (10/6/2026) di level 5.902,376.
Saat pembukaan pasar kemarin, IHSG sebenarnya berada di level 5.899,265. Sementara itu, indeks terus tertekan hingga parkir di bawah level 5.900.
Pelemahan indeks kemarin disertai dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp252,65 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBRI, DSSA, ASII, AMMN, dan KEUNTUNGAN.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.780-5.840. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 5.900-6.000.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: EMAS, ENRG, TPIA, BBCA, ISAT dan MEDC,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

