Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan indeks.
Ringkasnya, head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFPยฎ, menilai IHSG masih rentan mengalami tekanan lanjutan.
โIHSG kemungkinan melanjutkan pelemahan seiring dengan pelemahan rupiah,โ ujar Fanny dalam riset hariannya.
Sebelum itu, pada perdagangan Rabu (13/5/2026), IHSG ditutup 1,98% ke zona merah. 6.723,320. Saham-saham yang menjadi penekan indeks antara lain BBRI yang turun 3,11%, TPIA merosot 14,85%, BREN terjungkal 11,36%, MORA terkoreksi 10,13%, dan DSSA turun 11,16%.
Pelemahan tersebut diiringi aksi lepas bersih (net sell) investor asing dengan nilai sekitar Rp1,35 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, BMRI, AMMN, BBCA, dan ANTM.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan support IHSG berada di kisaran 6.500โ6.600, sementara resistance di level 6.780โ6.850.
Ringkasnya, bNI Sekuritas juga merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni ENRG, ADRO, AKRA, WIFI, SMDR, dan ITMG.
Ringkasnya, โTrading idea hari ini: ENRG, ADRO, AKRA, WIFI, SMDR, dan ITMG,โ kata Fanny.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Ringkasnya, 1. ENRG โ Buy on Weakness
Ringkasnya, 4. WIFI โ Buy on Weakness
Ringkasnya, 5. SMDR โ Buy on Weakness
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau melepas saham. Seluruh rekomendasi adalah pandangan analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum berinvestasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

