Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami konsolidasi atau pelemahan sehat pada perdagangan pekan ini. Sebab, setelah reli yang cukup kuat, ruang kenaikan jangka pendek mulai terbatas alhasil potensi profit taking perlu diantisipasi.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menjelaskan, secara teknikal momentum bullish masih terjaga dengan IHSG yang berada di atas MA5 hingga MA100 setelah secara time frame weekly berhasil terangkat 1,93 persen dan ditutup di atas MA20.
"Kami melihat IHSG berpeluang mengalami konsolidasi atau pelemahan sehat terlebih dahulu dengan area 6.429–6.475 sebagai area support penting. Selama mampu bertahan di atas area tersebut, tren penguatan masih berpeluang berlanjut dengan target berikutnya di area 6.628–6.666, secara bersamaan menguji area gap," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Dari sisi fundamental, kata dia, pertumbuhan kredit yang tetap solid turut menyalurkan katalis positif bagi pasar domestik dan menjaga ruang penguatan IHSG. Di sisi lain, pergerakan rupiah, sentimen eksternal, serta potensi aktivitas perdagangan yang lebih terbatas pada awal pekan dapat menjadi faktor yang menahan laju penguatan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

