Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (28/9/2026), melanjutkan tren pelemahan beberapa hari terakhir, seiring pelemahan hampir di seluruh sektor dan meningkatnya tekanan lepas di tengah berkurangnya daya serap pembeli di pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 14.40 WIB, IHSG turun 1,54 persen ke level 6.145,76. Sebanyak 591 saham terkoreksi, 157 saham terangkat, dan 215 saham lainnya stagnan.
Ringkasnya, secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG telah menembus area gap 6.185 serta zona support 6.230-6.270.
Pergerakan tersebut secara bersamaan mengonfirmasi breakdown dari pola rising wedge dan neckline pola head and shoulders di level 6.375.
Ringkasnya, "Secara teknikal, pelemahan IHSG mengonfirmasi breakdown dari pola rising wedge dan neckline head and shoulders di 6.375," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

