Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (11/8/2026), tertekan oleh saham-saham konglomerat utama dan perbankan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026) pukul 14.35 WIB, IHSG merosot 1,51 persen atau 95,96 poin ke level 6.269,25. Nilai transaksi menyentuh Rp10,35 triliun dengan volume perdagangan 25,98 miliar saham.
Sebanyak 574 saham mengalami pelemahan, 136 saham mengalami kenaikan, dan 253 saham lainnya stagnan.
Sejumlah saham konglomerat utama dan bank berkapitalisasi besar berubah menjadi pemberat pergerakan IHSG hari ini.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan IHSG berlangsung setelah indeks gagal menembus level resistance 6.450. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan profit taking di area resistance.
Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami pullback menuju level 6.244 yang adalah area moving average (MA) 20. Jika tekanan berlanjut, level 6.192 menjadi support berikutnya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

