PT Indika Energy Tbk. (INDY) membawa kabar baik bagi para pemegang sahamnya. Emiten investasi ini sepakat menyalurkan dividen tunai melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen total senilai USD 3.013.598. Jumlah ini setara dengan 50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Ringkasnya, investor yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 4 Juni 2026. Pembayaran dividen tunai dijadwalkan cair pada 19 Juni 2026.
Penentuan nilai dividen dalam mata uang Rp akan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 20 Mei 2026. Besaran dividen per saham juga akan menyesuaikan jumlah saham yang beredar, dengan memperhatikan saham treasury hasil pembelian kembali saham.
Langkah bagi laba ini sejalan dengan kinerja keuangan Perseroan yang positif. Pada kuartal I 2026, laba bersih INDY tercatat naik ke USD 7,0 juta.
Capaian ini didorong oleh strategi penguatan diversifikasi usaha. INDY kini tidak kembali hanya bergantung pada sektor batubara.
Ringkasnya, perseroan fokus mengembangkan sektor non-batubara melalui tambang emas Awak Mas dan bisnis hijau. Upaya ini dilakukan demi mewujudkan pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan.
“Penguatan diversikasi di sektor non-batubara termasuk pengembangan tambang emas Awak Mas, peningkatan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) berubah menjadi langkah utama untuk mewujudkan pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (22/5/2026).
Keseriusan ini terlihat dari alokasi belanja modal atau capex Perseroan. Sebanyak 100% anggaran belanja modal tahun berjalan dialokasikan khusus untuk proyek tambang emas Awak Mas dan portofolio bisnis hijau lainnya.
Selain dividen dan kinerja keuangan, RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus. Azis Armand ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan kepengurusan sebelum itu.
Ringkasnya, berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:
Pemegang saham juga menerima laporan tahunan 2025 dan mengesahkan laporan keuangan untuk tahun buku yang sama. Rapat menyalurkan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun 2025.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

