PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menerangkan surutnya debit dan permukaan air Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, akibat kondisi kemarau turut mengerek biaya pengiriman batu bara perseroan.
Direktur ITMG Yulius menuturkan dari sisi biaya per ton, kondisi tersebut membuat cost pengiriman meningkat. Pasalnya, perseroan sebelum itu dapat menggunakan tongkang dengan kapasitas sekitar 7.000 ton, tetapi kini harus menurunkan kapasitas menjadi sekitar 3.500-4.000 ton.
"Kalau kita lihat dari sisi cost per ton, tentu saja cost per ton kita akan naik, dikarenakan kita sebelum itu menggunakan tongkang dengan kapasitas 7.000 yang lebih besar, mungkin kini kita turunkan ke level 3.500 atau 4.000," kata Yulius dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).
Ia memperkirakan kenaikan biaya untuk angkutan tongkang menyentuh sekitar 30-40 persen. Kendati demikian, dampaknya terhadap biaya secara keseluruhan perusahaan dinilai masih relatif terbatas.
"Secara overall mungkin kita meng-estimate kenaikan cost untuk tongkang itu sekitar 30-40 persenan kenaikannya, sementara itu kalau kita lihat secara perusahaan seharusnya tidak terlalu impact," ujarnya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

