PT Indonesia Kendaraan terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih Rp52,81 miliar (Rp29,04 per saham) pada kuartal I 2026, naik tipis 3,2% jika dibandingkan Rp51,17 miliar (Rp28,14 per saham) pada kuartal I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan, Jumat 24 April 2026, pendapatan bersih IPCC menyentuh Rp202,21 miliar pada kuartal I 2026, turun tipis 0,52% dari Rp203,27 miliar pada periode sama tahun 2025.
Penyumbang terbesar penurunan pendapatan IPCC pada Januari-Maret 2026 adalah pelayanan jasa terminal yakni sebesar 2,77% menjadi Rp178,47 miliar, dari Rp183,56 miliar pada Januari-Maret 2025.
Manajemen Perseroan mampu menekan turun beban pokok pendapatan sebesar 5,63%, dari Rp125,52 miliar kuartal I 2025, menjadi Rp118,45 miliar pada kuartal I 2026. Ini mendorong laba kotor IPCC tumbuh 7,72% menjadi Rp83,75 miliar pada kuartal I 2026 dibanding Rp77,75 miliar pada kuartal I 2025.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten jasa pengelolaan terminal kendaraan dan layanan kepelabuhan bongkar muat beraset Rp2,04 triliun per Maret 2026 itu membukukan laba usaha sebesar Rp65,28 miliar pada kuartal I 2026. Jumlah ini meningkat sebesar 11,98% dibandingkan Rp58,3 miliar di kuartal I 2025. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
