Manajemen PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mematok pendapatan usaha senilai Rp1,915 triliun pada tahun 2026, mengalami kenaikan sekitar 10% dibanding pendapatan tahun 2025 senilai Rp1,741 triliun.
Realisasi pendapatan INPP sampai dengan kuartal I tahun 2026 sebesar Rp327 miliar. Jumlah ini mencerminkan sekitar 17,07% dari target Pendapatan tahun berjalan. Bisnis hospitality menyumbang pendapatan Rp157 miliar atau 48% pada kuartal I 2026, disusul lini bisnis komersial sebesar Rp136 miliar (42%), dan penjualan properti mengkontribusi pendapatan Rp34 miliar atau sekitar 10%.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Jumat 12 Juni 2026, Manajemen menuturkan fokus INPP tahun berjalan adalah mempertahankan pertumbuhan keuangan yang kuat dan tangguh. โKami juga akan mendorong pertumbuhan recurring income melalui proyek-proyek yang dikembangkan,โ tulis Manajemen INPP dalam materi paparan publik Perseroan.
Menurut Manajemen, INPP telah menyelesaikan pembangunan 23 Semarang Shopping Center pada kuartal II sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, Perseroan akan memulai pembangunan proyek 88 Plaza di Balikpapan, dimulai dengan fase infrastruktur pada akhir kuartal-I, dilanjutkan dengan pembangunan struktur di kuartal-III tahun berjalan.
Tahun berjalan, Perseroan mengalokasikan dana belanja modal atau capex (capital expenditure) sebesar Rp300 miliar. Mayoritas dana capex tersebut sekitar 78% akan digunakan Perseroan membiayai kegiatan ekspansi. Sementara 22% akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional Perseroan.
Ringkasnya, perseroan (INPP) juga berkomitmen untuk menjadikan SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai pedoman dalam upaya menuju pencapaian Pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang. Fokus keberlanjutan Perseroan ditekankan pada kualitas gender antara lain dengan mendorong kesetaraan gender, berikut mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta berkontribusi pada pembangunan Kota dan komunitas yang berkelanjutan.
Ringkasnya, seperti diketahui, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) bergerak dalam bidang penyediaan akomodasi, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, dan apartemen; didirikan dengan membangun Hotel HARRIS (Tuban, Bali) pada 2001.
Bisnis properti Perseroan terus berkembang alhasil pada akhirnya mendorong INPP untuk menjalankan IPO pada bulan Desember 2004. Pada tahun 2012, Perseroan membangun kawasan Sahid Kuta Lifestyle Resort, termasuk Beachwalk Shopping Center dan Sheraton Bali Kuta Resort. Perseroan juga mengakuisisi sebagian saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk pada tahun 2015. (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

