PT Indika Energy Tbk. (INDY) berencana menjual sebanyak 7,5 juta lembar saham treasuri. Aksi korporasi ini akan berlangsung mulai 11 Mei 2026 hingga 5 Juli 2026.
Rencana tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi kepada publik. Saham treasuri yang akan dilepas adalah hasil pembelian kembali saham yang dilakukan pada 2,3, dan 6 Juli 2020.
Penjualan saham diproyeksikan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa. Langkah ini mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30/POJK.04/2017.
Terkait harga, perseroan menetapkan batas minimal tidak lebih rendah dari harga penutupan satu hari sebelum transaksi. Alternatif lainnya menggunakan harga rata-rata penutupan selama 90 hari terakhir. Perseroan diproyeksikan memilih harga yang lebih tinggi di antara kedua acuan tersebut.
Manajemen mengungkap pelaksanaan aksi ini telah mempertimbangkan kondisi pasar. INDY juga akan menunjuk perusahaan sekuritas anggota bursa untuk mengeksekusi penjualan saham tersebut.
Sekretaris Perusahaan PT Indika Energy Tbk., Adi Pramono, menekankan aksi ini tidak berdampak pada bisnis perseroan.
โPelaksanaan pelepasan saham treasuri ini tidak diproyeksikan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,โ ujar Adi dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (28/4/2026).
Ringkasnya, langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulasi di pasar modal. Perseroan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga kini, seluruh 7,5 juta saham masih tercatat sebagai saham treasuri. INDY akan melaporkan seluruh proses pelepasan saham secara transparan kepada OJK.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

