PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan laba tahun berjalan yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp28,62 miliar (Rp4,57 per saham) pada kuartal I 2026. Angka ini mengalami pelemahan 42,2% dari Rp49,50 miliar (Rp7,90 per saham) di kuartal I 2025.
Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Senin (15/6/2026), tercatat, penjualan bersih WOOD senilai Rp722,40 miliar. Hasil ini mengalami pelemahan 6,6% dibandingkan penjualan bersih senilai Rp773,50 miliar di kuartal I 2025.
Seiring penjualan besih, beban pokok penjualan WOOD mengalami pelemahan 7,4% dari Rp615,30 miliar berubah menjadi Rp569,52 miliar. Meski begitu, laba bruto WOOD masih mengalami pelemahan sekitar 3,4% dari Rp158,21 miliar berubah menjadi Rp152,88 miliar di kuartal I 2026.
Di tengah penurunan penjualan bersih, beban usaha WOOD justru meningkat 28,3% dari Rp59,86 miliar berubah menjadi Rp72,52 miliar. Akibatnya, laba usaha WOOD merosot 18,3% dari Rp98,35 miliar di kuartal I 2025 berubah menjadi Rp80,36 miliar di kuartal I 2026.
Emiten beraset Rp7,91 triliun per 31 Maret 2026 ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp38,83 miliar di kuartal I 2026, turun 40,7% dari Rp65,44 miliar di kuartal I 2025. Total liabilitas WOOD turun 3,2% dari Rp3,45 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp3,34 triliun per 31 Maret 2026.
Sementara total ekuitas WOOD mengalami kenaikan 0,7% dari Rp4,54 triliun 31 Desember 2025 berubah menjadi Rp4,57 triliun per 31 Maret 2026.
Manajemen Perseroan berkomitmen, WOOD ke depan diproyeksikan terus menggenjot penjualan ekspor ke Amerika Serikat (AS), Asia dan Eropa. Langkah ini dilakukan dengan menyiapkan strategi diversifikasi produk dan pasar ekspor untuk menopang kinerja sepanjang 2026.
Adapun ekspor produk manufaktur building component menjadi penopang utama bisnis WOOD. Hingga kuartal I 2026, ekspor building component WOOD tercatat bernilai Rp631,05 miliar. Jumlah itu setara dengan 85,35% dari total penjualan WOOD pada periode tersebut yakni Rp722,40 miliar.
Secara nilai, ekspor building component WOOD juga meningkat sebesar 99,2% menjadi Rp4,87 miliar per 31 Maret 2026 dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp2,45 miliar.
Perusahaan berencana memperluas pasar ekspor ke Eropa dan Timur Tengah. WOOD pada tahun berjalan akan memperkuat bisnis inti di segmen building components yang dinilai memiliki visibilitas permintaan lebih baik dan perputaran bisnis lebih cepat.
Ringkasnya, perusahaan juga mempercepat strategi diversifikasi melalui pengembangan produk baru seperti flooring dan outdoor furniture, serta memperluas pasar ekspor ke kawasan di luar Amerika Serikat, termasuk Eropa dan Timur Tengah.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

