PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengumumkan akan menjalankan limited review atas laporan keuangan periode 30 September 2026 oleh Akuntan Publik. Penelaahan dilakukan dalam rangka rencana aksi korporasi dan/atau pelaksanaan aspirasi pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Senin (28/9/2026), BBRI akan menyatakan dan mempublikasikan laporan keuangan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, secara kumulatif laba bersih BBRI sepanjang delapan bulan pertama 2026 (8M26) menyentuh Rp34,77 triliun, naik 6,63% secara tahunan (year on year/yoy).
Kinerja BBRI masih terjaga hingga Agustus 2026, dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit hingga dana pihak ketiga (DPK) masih ekspansif. Mengutip laporan keuangan BBRI pada Minggu (27/9/2026), penyaluran kredit perusahaan meningkat sebesar 13,66% menjadi Rp1.446,98 triliun.
Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), kinerja kredit tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata perbankan nasional yang hanya meningkat 13,65% hingga Agustus 2026. Sementara pendapatan bunga tercatat berhasil naik 0,22% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp109,66 triliun.
Sementara beban bunga turun 6,70% (YoY) menjadi Rp32,41 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih bank atau nett interest income (NIM) meningkat 3,44% (YoY) jadi sebanyak Rp77,25 triliun.
Di sisi lain, dari DPK menyentuh Rp1.655,84 triliun atau meroket sejumlah 12,59% (YoY).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

