PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) menyatakan pelemahan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada April 2026. Perusahaan yang bergerak di industri makanan ringan ini menjalankan perbaikan data terkait perhitungan saham publik atau free float.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di laman BEI yang dikutip Kamis (28/5/2026) WIB, manajemen TAYS menyalurkan penjelasan mendalam mengenai struktur kepemilikan saham terbaru. Laporan bernomor 023/TAYS-JSA/CORSEC/V/2026 ini memperbaiki informasi yang sebelum itu disampaikan pada pertengahan Mei 2026.
Alexander Anwar, CEO TAYS, dalam keterangannya mengungkap penyusunan laporan ini telah mengikuti aturan bursa yang berlaku. Perusahaan memastikan seluruh informasi tersaji secara lengkap dan benar.
Ringkasnya, โPerhitungan free float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V,โ ujar Alexander.
Ringkasnya, dalam laporan tersebut, komposisi pemegang saham besar (di atas 5%) terpantau stabil. Anwar Tay, yang menjabat sebagai Komisaris menguasai 369.820.000 lembar saham.
Ringkasnya, jumlah ini setara dengan 33,65% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Laporan ini mengonfirmasi bahwa Anwar Tay sebagai sosok di balik Ultimate Beneficial Owner (UBO).
Ia bertindak sebagai pemilik manfaat akhir secara bersamaan pengendali tingkat individu di dalam perusahaan.
Pemegang saham besar lainnya adalah Mixio Holdings Incorporated. Perusahaan ini menggenggam 164.700.000 lembar saham atau senilai 14,99%. Sementara itu, Alexander Anwar memiliki 79.800.000 lembar saham atau 7,26%. Susanto melengkapi daftar pemegang saham di atas 5% dengan kepemilikan 59.700.000 lembar saham atau 5,43%.
Poin penting dalam pelemahan ini adalah data saham free float. Manajemen menetapkan jumlah saham scripless yang dimiliki pemegang saham kurang dari 5% menyentuh 352.735.600 lembar. Angka ini mewakili 32,1% dari total saham perusahaan. Sebelum itu, terdapat ketidaksesuaian data yang sempat membukukan angka persentase yang berbeda.
TAYS juga membukukan pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah investor. Pada bulan sebelum itu, jumlah pemegang saham pemilik SID (Single Investor Identification) tercatat sebanyak 4.509 orang. Memasuki akhir April 2026, jumlah ini meroket menjadi 5.423 orang. Artinya, terdapat penambahan 914 investor baru dalam satu bulan.
Meskipun berlangsung penambahan jumlah investor retail, posisi kepemilikan para pengendali tidak berubah. Nilai investasi para pemegang saham utama ini tetap terjaga pada volume yang sama dengan bulan sebelum itu. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemegang saham pengendali terhadap prospek perusahaan tetap kuat.
Manajemen menekankan perhitungan free float terbaru sudah mengeluarkan kepemilikan saham oleh pihak pengendali dan afiliasinya. Saham milik anggota Dewan Komisaris, Direksi, serta saham tresuri juga tidak dihitung dalam kategori publik.
Ringkasnya, โPerseroan bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,โ tegas Alexander.
Kini, total saham TAYS yang tercatat di bursa menyentuh 1.098.920.000 lembar. Seluruh saham tersebut masuk dalam papan pencatatan Pengembangan. Hingga akhir April 2026, perusahaan melaporkan tidak memiliki saham tresuri atau saldo nol pada akun tersebut.
Untuk administrasi efek, TAYS masih mempercayakan PT Adimitra Jasa Korpora sebagai Biro Administrasi Efek (BAE). Seluruh data ini telah disampaikan secara elektronik melalui sistem pelaporan Bursa Efek Indonesia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

