PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup atau keluar bursa.
Ringkasnya, sejalan dengan rencana tersebut, perseroan juga mengajukan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
IPAC telah tercatat di BEI selama lebih dari lima tahun sejak resmi melantai pada 30 Juni 2021 dengan menawarkan 189.973.700 saham kepada publik. Harga penawaran umum perdana (IPO) dipatok Rp120 per saham alhasil perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp22,80 miliar.
Manajemen menjelaskan, rencana keluar bursa lantaran perusahaan tidak kembali memerlukan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk menjalankan penggalangan dana melalui pasar modal pada masa mendatang.
Ringkasnya, selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk menekan biaya operasional guna memperkuat daya saing perseroan di tengah persaingan pasar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

