PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menargetkan penjualan meningkat 10% menjadi Rp3,05 triliun pada 2026, dari realisasi penjualan tahun 2025 sebesar Rp2,78 triliun. Laba bersih emiten penyedia solusi keamanan dokumen itu diproyeksikan meningkat 10% jadi Rp412,57 miliar pada tahun 2026.
Lukito Budiman, Direktur JTPE dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Jumat 22 Mei 2026 mengungkap, untuk menyentuh target tersebut, pihaknya akan memanfaatkan kompetensi inti untuk peluang baru, yakni manajemen sistem dan sistem biometrik, serta perangkat keras dan peralatan biometrik.
Selain itu, papar Lukito, Manajemen Perseroan juga akan menjalankan ekspansi melalui usaha patungan strategis. Ekspansi yang dilakukan Perseroan tersebut antara lain berupa pembuatan RFID dan pembuatan telekomunikasi.
Berdasarkan Lukito, Manajemen Perseroan juga diproyeksikan mempertahankan keunggulan produk lanjutan dengan berinvestasi dalam teknologi dan keamanan paspor canggih, serta transformasi digital berupa solusi tanda tangan digital.
Hingga kuartal I 2026, jelas Lukito, JTPE membukukan penjualan sebesar Rp265,05 miliar, turun 23,9% dari Rp348,32 miliar pada periode sama 2025. Pencapaian tersebut mencerminkan sekitar 8,68% dari target penjualan JTPE tahun berjalan.
Dari penjualan tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp27 miliar pada kuartal I 2026, turun 47% jika dibandingkan Rp55 miliar pada kuartal I 2025. JTPE membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA sebesar Rp40 miliar pada kuartal I 2026, turun 50,6% dari Rp81 miliar kuartal I 2025. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

