PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) melaporkan perkembangan terbaru mengenai komposisi pemegang saham perusahaan. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per April 2026, emiten teknologi ini membukukan kenaikan jumlah investor yang cukup signifikan.
Hendy Rusli, Direktur Utama WGSH, menyatakan informasi tersebut melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut dia, hingga akhir April 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID (Single Investor Identification) WGSH menyentuh 1.556 investor. Angka ini meningkat sebanyak 411 investor dibandingkan bulan sebelum itu yang sebanyak 1.145 investor.
Porsi saham free float atau kepemilikan publik non-warkat di bawah 5% kini berada di level 18,12%. Jumlah ini setara dengan 377.895.800 saham dari total 2.085.000.000 saham yang tercatat. Capaian ini meningkat dibandingkan bulan sebelum itu yang sebesar 15,17%.
Ringkasnya, realisasi free float ini telah melampaui ketentuan minimal dari BEI. Merujuk Peraturan Nomor I-V untuk Papan Akselerasi, emiten wajib memiliki saham free float minimal 7,5% dari jumlah saham tercatat. WGSH juga memenuhi syarat minimal 300 nasabah pemilik SID.
Mengenai Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat, Ikin Wirawan tercatat sebagai pengendali tingkat individu. Ikin Wirawan memiliki kepemilikan saham langsung di perseroan senilai 12,38% atau setara 258.140.000 saham. Ia juga menjabat sebagai Komisaris di WGSH.
Daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% meliputi PT Walden Global senilai 36,66%, Ikin Wirawan 12,38%, dan PT Wynfield Global 11,44%. Selain itu, PT Pusaka Mas Persada menggenggam 9,28% saham, diikuti PT Silicon Valley senilai 7,54%.
Manajemen menekankan tanggung jawab penuh atas data yang disajikan tersebut. โSemua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar,โ ujar Hendy, dalam keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026).
Ringkasnya, dari sisi kepemilikan pengurus, Erwin Senjaya Hartanto selaku Komisaris memiliki 1,49% saham. Sementara Hendy Rusli sebagai Direktur Utama memegang 0,05% saham perseroan. Keseluruhan administrasi efek ini dikelola oleh Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

