PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) membukukan reli signifikan jumlah pemegang saham sepanjang April 2026. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek, jumlah investor pemilik Single Investor Identification (SID) meningkat sebanyak 4.671 pihak menjadi 12.953 SID per 30 April 2026, dari 8.282 SID pada akhir Maret 2026.
Seiring bertambahnya jumlah investor, porsi kepemilikan saham publik (free float) juga mengalami kenaikan. Masyarakat kini menguasai 421,273 juta saham atau setara 37,95% dari total saham tercatat. Sebelum itu, jumlah saham publik tercatat sebanyak 401,273 juta lembar atau 36,15%.
Ringkasnya, dengan demikian, ESIP telah memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai saham beredar di publik, yang mewajibkan emiten memiliki free float minimal 15% dari total saham tercatat serta dimiliki oleh sedikitnya 300 pihak.
Direktur Utama ESIP, Eric Budisetio Kurniawan, melaporkan penurunan kepemilikan saham pribadinya. Hingga akhir April 2026, Eric menggenggam 334,280 juta saham atau setara 30,12%, turun dari 354,280 juta saham atau 31,92% pada bulan sebelum itu.
Sementara itu, PT Tanindo Omega Pasifik masih berubah menjadi pemegang saham pengendali terbesar dengan kepemilikan sebanyak 354,400 juta saham atau setara 31,93%.
Berdasarkan struktur kepemilikan saham tersebut, pemegang saham utama ESIP tidak memiliki porsi lebih dari 50%, alhasil Ultimate Beneficial Owner (UBO) perseroan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan data kepemilikan saham. Sementara itu, PT Tanindo Omega Pasifik bersama Eric Budisetio Kurniawan secara kolektif menguasai sekitar 62,05% saham ESIP.
Dalam laporan tersebut, manajemen menekankan bahwa perhitungan free float telah dilakukan sesuai dengan ketentuan BEI.
Ringkasnya, “Perhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa,” tulis Eric Budisetio Kurniawan dalam dokumen laporan.
Total saham ESIP yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menyentuh 1,109 miliar lembar saham. Perseroan menunjuk PT Bima Registra sebagai Biro Administrasi Efek (BAE).
Ringkasnya, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor individu masih mendominasi kepemilikan saham ESIP dengan total 746,735 juta saham. Selain itu, bank tercatat memiliki 7,610 juta saham, penasihat investasi 668.754 saham, dan perusahaan efek 430.647 saham.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

