Manajemen PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melaporkan telah menambah plafon pinjaman kepada anak usahanya, PT Indo Lautan Energi (ILE) sebesar Rp25,24 miliar pada tanggal 3 Juli 2026. Dengan demikian, total pinjaman yang dikucurkan Perseroan kepada ILE naik ke Rp40 miliar, dari sebelum itu sebesar Rp14,76 miliar.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen DAAZ ke BEI, Senin 6 Juli 2026, dana tersebut diproyeksikan digunakan oleh PT Indo Lautan Energi atau ILE untuk kebutuhan pembangunan 1 (satu) unit kapal tongkang minyak.
“Anak usaha ILE dikenakan bunga senilai 10% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis manajemen DAAZ dalam keterangan tertulisnya.
Seperti diketahui, pinjaman yang diberikan Perseroan kepada ILE tersebut berasal dari dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Berdasarkan Manajemen DAAZ, pemberian pinjaman tersebut sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi.
Sekedar catatan, kinerja keuangan DAAZ tercatat cukup baik. Pada kuartal I 2026, Perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp3,55 triliun, mengalami kenaikan 15,56%, dari Rp3,07 triliun pada periode sama 2025. Kontributor terbesar pendapatan DAAZ pada Januari-Maret 2026 dari penjualan bahan bakar solar yakni senilai Rp1,989 triliun.
Di Bursa Efek Indonesai atau BEI, saham PT Daaz Bara Lestari (DAAZ) ditutup turun 0,96% menjadi Rp1.540 per unit pada perdagangan, Senin 6 Juli 2026 dibanding sehari sebelum itu di rp1.555 per unit. Dalam periode sepekan, saaham DAAZ turun 0,32%.
Apabila dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 senilai Rp1.600 per unit terhadap penutupan hari ini, maka harga saham emiten perdagangan Batubara tersebut telah merosot senilai 3,75%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

