PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026. Pendapatan dan laba emiten layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik itu kompak tumbuh. Pencapaian kinerja ini antara lain didukung oleh terobosan proaktif Perseroan melalui peningkatan operasional layanan digital dan jaringan optik.
Menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan, Jumat 24 April 2026, laba bersih WIFI meroket 176% menjadi Rp632,90 miliar (Rp111,19 per saham) pada kuartal I 2026 jika dibandingkan Rp229,27 miliar (Rp99,44 per saham) pada kuartal I 2025.
Pertumbuhan laba WIFI pada Januari-Maret 2026 didukung oleh pendapatan bersih yang melejit 146,98% menjadi Rp1,65 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp671,85 miliar pada periode sama 2025.
Pendapatan WIFI pada Januari-Maret 2026 didominasi oleh jasa layanan komunikasi (Bandwith, Fiber to the home, Sewa core, Colocation, dan lainnya) yakni sebesar Rp1,20 triliun atau sekitar 72,73% dari total pendapatan Perseroan. Adapun bisnis periklanan menyumbang pendapatan sebesar Rp459,46 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 107,23% menjadi Rp532,76 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp257,08 miliar di kuartal I 2025. Sementara itu, laba kotor emiten layanan digital dan jaringan serat optik itu melambung 171,62% jadi Rp1,12 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp414,77 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, WIFI memiliki total aset sebesar Rp15,16 triliun triliun per Maret 2026, meroket 421,75% dari Rp2,90 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten layanan digital dan jaringan serta optic itu per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp6,65 triliun dan Rp8,51 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
