PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) membukukan perbaikan kinerja dalam enam bulan pertama tahun berjalan. Pemilik gerai waralaba KFC Indonesia tersebut membukukan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya kerugian.
Dalam laporan keuangan interim yang diterbitkan pada Kamis (13/8/2026), FAST membukukan pendapatan sebesar Rp2,79 triliun pada semester I-2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp2,40 triliun.
Pendapatan dari segmen makanan dan minuman menjadi penopang utama dengan porsi 99,96 persen. Sementara pendapatan dari komisi atas penjualan konsinyasi turun 32 persen menjadi Rp6,35 miliar, sementara jasa layanan antar meningkat tiga kali lipat menjadi Rp2,42 miliar.
Dari sisi operasi, pendapatan FAST dari cabang Jakarta meningkat positif menjadi Rp979,99 miliar (+13 persen), diikuti oleh Makassar Rp352,24 miliar (+18 persen), dan Palembang Rp218,12 miliar (+24 persen). Adapun cabang lainnya menyentuh Rp843,85 miliar (+14 persen).
Kenaikan pendapatan tersebut mengangkat laba kotor FAST senilai 8 persen berubah menjadi Rp1,56 triliun. Dengan begitu, rugi usaha mengalami pelemahan tajam 78 persen berubah menjadi Rp32 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

